Langsung ke konten utama

Postingan

Janji Pendidikan Gratis Ditagih, RUU Sisdiknas Jangan Cuma Jadi Wacana.

Senin, 5 Oktober 2026, sorotan publik tertuju ke depan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, tempat Aliansi BEM Seluruh Indonesia (BEM SI) menggelar Aksi Nasional Pendidikan. Ada empat hal yang mereka bawa: pembahasan dan revisi UU Sisdiknas yang benar-benar melibatkan publik dan menyeluruh, perwujudan pendidikan gratis, kesejahteraan guru dan tenaga kependidikan, serta kepastian bahwa perguruan tinggi swasta (PTS) tetap bisa bertahan kalau pendidikan tinggi digratiskan. Koordinator Wilayah BEM SI Jabodetabek menegaskan bahwa mahasiswa turun untuk mengawal janji Presiden Prabowo Subianto soal pendidikan gratis dari TK sampai kuliah, sekaligus mendorong RUU Sisdiknas segera dibahas dan disahkan.  Kalau melihat data JDIH Sekretariat Jenderal DPR RI, RUU ini sekarang masih di tahap harmonisasi di Badan Legislasi, dengan draf sebanyak 16 bab dan 257 pasal. Di lapangan, 3.983 personel gabungan disiapkan untuk mengamankan aksi, dan sempat terjadi kericuhan. Setelah audiensi, Wakil Ketua DPR RI Saa...

KECERDASAN BUATAN (AI) DAN MASA DEPAN PASAR KERJA: ANCAMAN PENGANGGURAN ATAU PELUANG PEKERJAAN BARU?

Perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) menjadi salah satu isu yang banyak dibicarakan dalam dunia kerja. Saat ini, AI mulai digunakan oleh berbagai perusahaan untuk membantu menyelesaikan pekerjaan, seperti mengolah data, membuat tulisan, melayani pelanggan, dan melakukan pekerjaan administrasi. Penggunaan AI membuat pekerjaan menjadi lebih cepat dan efisien. Namun, perkembangan ini juga menimbulkan kekhawatiran karena beberapa pekerjaan yang sebelumnya dilakukan oleh manusia dapat dilakukan oleh AI. World Economic Forum memperkirakan bahwa hingga tahun 2030 akan ada sekitar 92 juta pekerjaan yang terdampak atau tergantikan, tetapi pada saat yang sama sekitar 170 juta pekerjaan baru juga dapat muncul. Perkembangan AI dapat memberikan dampak positif dan negatif terhadap pasar kerja. Dampak negatifnya adalah pekerja yang melakukan pekerjaan rutin dan sederhana lebih berisiko kehilangan pekerjaannya karena dapat digantikan oleh teknologi. Hal ini dapat menjadi ma...

RAPBN 2027: Mengejar Pertumbuhan Ekonomi 6%, Seberapa Realistis?

Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 6% pada 2027, lebih tinggi dibandingkan target APBN 2026 sebesar 5,4%. Untuk mendukung target tersebut, pemerintah merancang belanja negara sebesar Rp4.097,2 triliun dengan fokus pada sejumlah prioritas seperti ketahanan pangan dan energi, pendidikan, kesehatan, hilirisasi dan industrialisasi, infrastruktur, penguatan ekonomi masyarakat, serta pengentasan kemiskinan. Target tersebut menunjukkan optimisme pemerintah terhadap perekonomian Indonesia. Namun, tantangannya adalah pertumbuhan ekonomi tidak cukup hanya dilihat dari angka PDB. Pertumbuhan 6% idealnya juga diikuti dengan peningkatan lapangan kerja, daya beli, pemerataan pendapatan, dan penurunan kemiskinan. Pemerintah sendiri menargetkan tingkat kemiskinan turun menjadi 6–6,5% dan pengangguran terbuka menjadi 4,30–4,87% pada 2027. Artinya, keberhasilan RAPBN 2027 nantinya bukan hanya soal apakah angka pertumbuhan 6% tercapai, tetapi juga apakah pertumbuhan tersebut ben...

Antrian Panjang BBM di Bangka Belitung: Dampaknya terhadap Aktivitas Perekonomian Masyarakat

Pada pertengahan Juli 2026, masyarakat di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dihadapkan pada antrian panjang di berbagai Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Kondisi ini menyebabkan masyarakat harus mengantri selama berjam-jam untuk memperoleh bahan bakar, bahkan di beberapa daerah harga BBM eceran dilaporkan meningkat hingga sekitar Rp20.000 per liter. Berdasarkan penjelasan PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, stok BBM di wilayah Bangka Belitung masih tersedia. Namun, antrian dipengaruhi oleh tingginya permintaan masyarakat, gangguan distribusi, serta adanya dugaan penyalahgunaan pembelian BBM subsidi menggunakan lebih dari satu kode QR oleh oknum tertentu. Kondisi tersebut mendorong pemerintah daerah, DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, dan aparat terkait untuk segera mencari solusi agar distribusi BBM kembali normal.  Antrian panjang BBM memberikan dampak yang cukup besar terhadap aktivitas perekonomian masyarakat. Pelaku UMKM mengalami peningkatan biaya oper...

Kenaikan Harga Pertamax: Siapa yang Menanggung Dampaknya?

Mulai 10 Juni 2026, PT Pertamina Patra Niaga resmi menaikkan harga BBM non-subsidi jenis Pertamax (RON 92) dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter atau meningkat sekitar 32 persen. Selain Pertamax, harga Pertamax Green 95 juga mengalami kenaikan dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter. Kebijakan ini diambil di tengah meningkatnya harga minyak mentah dunia, ketidakpastian geopolitik internasional, serta pelemahan nilai tukar rupiah yang menyebabkan biaya impor dan pengadaan energi menjadi lebih tinggi. Menurut Pertamina, penyesuaian harga tersebut dilakukan berdasarkan mekanisme harga BBM non-subsidi yang mengikuti perkembangan pasar energi global dan mempertimbangkan keberlanjutan pasokan energi nasional. Meskipun pemerintah tetap mempertahankan harga BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Biosolar, kenaikan Pertamax tetap berpotensi memberikan dampak yang luas terhadap kehidupan masyarakat. Bagi pengguna kendaraan pribadi, kenaikan ini tentu akan meningkatkan pengeluaran transportasi ...

Pelemahan Rupiah Tertinggi Sepanjang Sejarah

Pelemahan nilai tukar rupiah yang sempat menembus kisaran Rp17.000 per dolar AS menjadi salah satu isu ekonomi paling serius di Indonesia pada tahun 2026 karena menunjukkan adanya tekanan besar terhadap stabilitas ekonomi nasional. Melemahnya rupiah dipengaruhi oleh kombinasi faktor eksternal dan domestik, terutama kuatnya dolar AS akibat tingginya suku bunga Amerika Serikat, meningkatnya ketidakpastian global akibat konflik geopolitik Timur Tengah, serta terjadinya capital outflow atau keluarnya dana investor asing dari pasar negara berkembang termasuk Indonesia. Kondisi tersebut menyebabkan permintaan dolar meningkat tajam sehingga nilai rupiah semakin tertekan. Selain faktor global, pasar juga menyoroti kondisi domestik seperti stabilitas fiskal, arah kebijakan ekonomi pemerintah, independensi bank sentral, dan tingkat kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia. Bank Indonesia sendiri menyatakan telah melakukan intervensi besar di pasar valuta asing serta mempertahankan...

Plastik Naik, Dompet Menjerit!

   Lonjakan harga plastik yang terjadi belakangan ini menjadi perhatian serius karena dampaknya yang meluas hingga ke kehidupan sehari-hari masyarakat. Kenaikan yang mencapai hingga 150% menunjukkan adanya tekanan signifikan dalam rantai pasok global, khususnya pada sektor bahan baku berbasis petrokimia.   Kenaikan harga ini tidak terlepas dari faktor eksternal, terutama konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah yang mengganggu distribusi minyak sebagai bahan utama produksi plastik. Terganggunya jalur distribusi global menyebabkan pasokan bahan baku menjadi terbatas, sehingga mendorong kenaikan harga secara drastis di pasar internasional maupun domestik.   Dampak dari kondisi ini dirasakan secara langsung oleh pelaku usaha, khususnya sektor mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang sangat bergantung pada plastik sebagai bahan kemasan. Peningkatan biaya produksi memaksa pelaku usaha untuk melakukan penyesuaian harga jual, yang pada akhirnya berdampak pada kenaikan harga...

"BBM Naik (Lagi)? Kupas Tuntas Hoaks vs Fakta Biar Gak Kena Panic Buying”

Fenomena panic buying yang sempat bikin gaduh di berbagai daerah pada awal Maret 2026 ini sebenarnya dipicu oleh rasa was-was masyarakat terhadap situasi global yang lagi nggak menentu. Eskalasi konflik di Timur Tengah, khususnya ketegangan antara Iran dan Israel yang melibatkan Amerika Serikat, menimbulkan kekhawatiran besar kalau Selat Hormuz bakal ditutup. Padahal, selat itu adalah jalur "urat nadi" pengiriman minyak dunia. Isu ini pun digoreng sedemikian rupa di media sosial, sampai muncul narasi miring kalau cadangan BBM kita bakal ludes dalam waktu singkat. Padahal, kalau kita bicara fakta, Kementerian ESDM sudah mengklarifikasi bahwa stok operasional nasional kita sebenarnya masih sangat aman di angka 23 hingga 25 hari—yang mana itu adalah standar normal. Situasi makin diperparah dengan munculnya hoaks yang bilang harga bakal naik lagi di tanggal 9 Maret, padahal itu cuma kabar burung yang sudah dibantah mentah-mentah oleh Komdigi untuk menenangkan warga yang sudah tel...

Disrupsi AI Jadi Tantangan Ekosistem Informasi Nasional Ekonomi

Menurut Menkomdigi, pemanfaatan AI dalam praktik jurnalistik harus tetap berlandaskan kepentingan publik sebagai kompas utama. Ia mengingatkan bahwa derasnya arus konten digital dan meningkatnya disinformasi tidak boleh membuat pers mengorbankan akurasi serta kepercayaan publik demi kecepatan, algoritma, atau efisiensi teknologi. Di tengah kompleksitas tantangan digital, peran pers justru semakin krusial sebagai penjaga integritas informasi dan ruang publik yang sehat. Meutya menegaskan, keberadaan pers yang kredibel dan independen merupakan kebutuhan fundamental bagi demokrasi di era transformasi digital dan AI. Berbagai kebijakan dan panduan untuk merespons disrupsi teknologi, ancaman disinformasi, krisis kepercayaan publik, serta masa depan jurnalisme.  Kebijakan tersebut menitikberatkan pada perlindungan konten jurnalistik, etika penggunaan AI, dan keabsahan pemberitaan. Pemerintah juga telah menetapkan Peraturan Presiden Nomor 32 Tahun 2024 tentang Publisher Rights yang mewaji...

Anak Muda Bersuara Untuk Ekonomi Indonesia Yang Hijau Dan Inklusif

Indonesia berada pada persimpangan jalan satu sisi memiliki potensi ekonomi besar (demografi muda, kekayaan sumber daya alam, posisi strategis), sisi lain menghadapi tantangan besar seperti perubahan iklim, ketimpangan sosial, dan kebutuhan akan transformasi ekonomi. Agar generasi muda (millennial dan Gen Z) tidak hanya menjadi "penonton", melainkan aktor utama dalam ekonomi masa depan, diperlukan suara mereka khususnya untuk mendorong ekonomi yang hijau (ramah lingkungan, rendah karbon) dan inklusif (menjangkau semua kelompok, tidak meninggalkan siapa pun). 1. Mengapa Ekonomi Hijau dan Inklusif Penting bagi Indonesia? a. Potensi ekonomi hijau Indonesia memiliki sumber daya alam besar untuk energi terbarukan: misalnya, cadangan nikel besar dan potensi panas bumi yang sangat signifikan. Transisi ke ekonomi hijau menjadi bagian dari strategi nasional: seperti target net-zero dan pengembangan sumber energi terbarukan. Investasi hijau meningkat: misalnya forum investasi ekonomi h...

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia tetap tumbuh di tengah ketidakpastian global

Di tengah tekanan ekonomi global, ekonomi Indonesia tetap tumbuh positif. Beberapa negara mitra dagang utama mengalami tekanan: ekonomi Amerika Serikat tumbuh 2,0 persen, Jepang 1,8 persen, Singapura 3,8 persen, sementara Korea Selatan justru mengalami kontraksi sebesar 0,1 persen pada triwulan I-2025. Perekonomian Indonesia pada triwulan I-2025 mencatat pertumbuhan sebesar 4,87 persen (y-on-y). Meskipun lebih rendah dibandingkan pertumbuhan 5,11 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya, tren pertumbuhan tetap terjaga. “Ekonomi Indonesia pada triwulan I-2025 tumbuh sebesar 4,87 persen, yang ditopang oleh sektor pertanian yang tumbuh double digit, industri makanan dan minuman yang tetap solid, serta sektor transportasi. Selain itu, Ramadan dan Idulfitri juga menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi”.tantangan global ini menjadi momentum bagi Pemerintah melalui semua K/L untuk semakin koordinatif dan suportif, bersama-sama melakuan deregulasi mengatasi hambatan dalam perdagangan dan i...

Tantangan yang berat, Reshuffle Menteri apakah tindakan yang tepat?

Awal Kabinet dan Janji Reformasi Kinerja Saat dilantik 20 Oktober 2024, Prabowo membentuk Kabinet Merah Putih dengan jumlah menteri yang besar (sekitar 48 menteri dan 5 pejabat setingkat menteri) sebagai bagian dari koalisi politik besar. Salah satu janji penting kampanyenya adalah menegakkan pemerintahan efektif, bersih, dan memperkuat tata kelola, termasuk meminta menteri yang tidak menunjukkan kinerja baik untuk diganti. Reshuffle Pertama-19 Februari 2025 Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Satryo Soemantri Brodjonegoro, diganti dengan Brian Yuliarto. Alasannya terkait kritik terhadap kinerja, keberatan aparatur sipil negara, isu prosedur, serta protes publik. Reshuffle Kedua 8 September 2025 Beberapa menteri diganti, termasuk Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Koperasi, Menteri Pemuda dan Olahraga, dan Menteri Perlindungan Pekerja Migran. Ada juga indikasi bahwa posisi-posisi yang berasal dari era Jokowi mulai dikurangi atau digantikan, Istana memb...

NEGERI DI PERSIMPANGAN: SAAT TANTANGAN MEMUNCAK

Indonesia hari ini bukanlah negeri yang sedang berjalan santai di jalan lurus. Kita berada di persimpangan—di titik di mana setiap langkah bisa membawa kita menuju kemajuan, atau justru mengantarkan pada jurang masalah yang lebih dalam. Di panggung politik, layar baru sudah dibuka pasca Pemilu 2024. Presiden terpilih akan memegang kemudi, namun arah kapal ini masih dipertanyakan: akan mengarungi lautan reformasi yang berani, atau tetap berlayar di perairan nyaman yang penuh kompromi? Polarisasi masih terasa, perbedaan pilihan di kotak suara meninggalkan garis pembatas di hati masyarakat. Dan di balik sorotan kamera, operasi tangkap tangan KPK masih membisikkan kenyataan pahit—korupsi belum juga tersingkir dari meja kekuasaan. Di pasar dan dapur rumah tangga, rakyat menghadapi kenyataan yang sama sekali tidak manis. Harga beras melambung, cabai memanas, dan kebutuhan pokok lainnya ikut menari di atas grafik inflasi. Rupiah yang terus melemah menambah beban, terutama bagi sektor industri...

Tinjauan Penurunan Pertumbuhan Ekonomi Provinsi Kepulauan Bangka BelitungTahun 2024

Pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada tahun 2024 mengalami penurunan signifikan. Berdasarkan data resmi dari Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi daerah ini hanya tumbuh sebesar 0,77%, menurun drastis dibandingkan tahun sebelumnya dan jauh di bawah target yang telah ditetapkan. Penurunan ini disebabkan oleh beberapa faktor utama, terutama dari sektor pertambangan timah yang selama ini menjadi andalan ekonomi daerah. Penutupan sejumlah smelter timah akibat ketidakpastian tata niaga menyebabkan lonjakan pemutusan hubungan kerja (PHK) serta menurunnya daya beli masyarakat. Sektor industri pengolahan juga turut terkontraksi, sehingga berdampak langsung pada investasi dan penciptaan lapangan kerja. Menghadapi kondisi ini, Pemerintah Provinsi Bangka Belitung perlu mengambil langkah strategis, antara lain: Mendorong diversifikasi ekonomi melalui penguatan sektor perikanan, pertanian, dan pariwisata. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan dan pelatih...

Program Stimulus Ekonomi Pemerintah Untuk Mendorong Pertumbuhan ekonomi Triwulan II Tahun 2025

Pemerintah berupaya menjaga pertumbuhan ekonomi Triwulan II (Q2) 2025 di kisaran 5% dengan memanfaatkan momentum liburan sekolah pada bulan Juni-Juli 2025, melalui pemberian berbagai stimulus ekonomi untuk menjaga daya beli masyarakat dan meningkatkan konsumsi domestik. Sekretaris Kemenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso mengatakan, stimulus Ekonomi yang akan dikcurkan pada Kuartal II-2025 tersebut telah dibahas secara mendalam pada Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) tingkat Menteri pada hari Jumat (23/05) yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Perekonomian dan dihadiri Menteri, Wakil Menteri, dan Pimpinan/Perwakilan K/L terkait. Secara lebih rinci, Program/Kebijakan Stimulus Ekonomi Triwulan II Tahun 2025 tersebut diantaranya: 1. Diskon Transportasi : Terdapat 3 jenis Diskon Transportasi selama 2 bulan pada momen libur sekolah yang diberlaku sekitar awal Juni 2025 sampai dengan pertengahan Juli 2025, antara lain 2. Diskon Tarif Tol : Pemerintah memberikan Diskon Tarif Tol sebesar...

Hari Buruh dan Masa Depan Pendidikan

Hari Buruh Internasional yang jatuh pada 1 Mei setiap tahun adalah momentum global untuk merefleksikan perjuangan dan hak-hak pekerja. Tahun 2025, isu-isu yang mencuat seperti keadilan sosial, keselamatan kerja, digitalisasi, dan kesetaraan gender makin mendesak untuk ditanggapi serius, khususnya dalam konteks pendidikan Indonesia. Sejarah mencatat bahwa Hari Buruh mulai diperingati di Indonesia sejak tahun 1920. Namun, sempat dilarang di era Orde Baru karena dianggap terkait gerakan subversif. Baru pada era Presiden SBY tahun 2013, Hari Buruh ditetapkan kembali sebagai hari libur nasional untuk mengakui peran buruh dalam pembangunan bangsa. Ironisnya, meski lembaga pendidikan adalah pencetak utama tenaga kerja, mayoritas penyelenggara pendidikan belum mengaitkan Hari Buruh dengan kurikulum atau lesson plan. Padahal, saat melamar kerja, lulusan akan diukur dari keahlian dan latar belakang pendidikannya. Bahkan pabrik tekstil saat ini mensyaratkan minimal lulusan SLTA.Oleh karena itu, p...

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Anjlok, Rupiah Melemah Berdampak Nyata pada Ekonomi dan Kehidupan Masyarakat Indonesia

Anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) belakangan ini menjadi sorotan utama dalam perekonomian Indonesia. Keadaan ini tidak hanya berpengaruh pada pasar modal, tetapi juga menimbulkan dampak yang lebih luas terhadap kehidupan ekonomi masyarakat Indonesia.Salah satu dampaknya adalah kenaikan harga barang-barang impor yang secara langsung berimbas pada inflasi dan penurunan daya beli masyarakat. Sejak beberapa waktu terakhir, IHSG telah mencatatkan penurunan yang cukup signifikan. Pada 18 Maret 2025, IHSG mengalami penurunan sebesar 7,1 persen yang tercatat sebagai kinerja terburuk sejak tahun 2011. Penurunan ini semakin memperburuk kinerja IHSG yang sudah tertekan sebelumnya dengan akumulasi pelemahan sebesar 8 persen sejak awal tahun. Sementara itu, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat juga memberikan dampak yang cukup besar terhadap perekonomian Indonesia. Pada 25 Maret 2025, nilai tuka...

Pendidikan dan kesehatan sebagai prioritas pendukung pembangunan

Pendidikan dan kesehatan merupakan dua pilar fundamental yang saling berkaitan erat dalam pembangunan suatu bangsa. Keduanya bukan hanya sekadar prioritas, melainkan untuk mencapai kemajuan yang berkelanjutan dan berkeadilan. Kajian ini akan membahas isu-isu krusial terkait pendidikan dan kesehatan sebagai pendukung utama pembangunan, serta menawarkan beberapa rekomendasi kebijakan. Pendidikan sebagai Investasi untuk Masa Depan ,yang mencakup beberapa isi utama nya Kualitas Pendidikan: Rendahnya kualitas pendidikan, ditandai dengan rendahnya kompetensi guru, kurangnya akses terhadap teknologi pendidikan, dan kurikulum yang kurang relevan dengan kebutuhan pasar kerja, menjadi kendala utama. Hal ini menghasilkan lulusan yang kurang siap bersaing di era globalisasi.  Akses Pendidikan: Ketimpangan akses pendidikan masih menjadi masalah serius, terutama di daerah terpencil, miskin, dan tertinggal. Faktor ekonomi, geografis, dan gender turut memperparah kesenjangan ini.Kurikulum dan Pemb...

Kesehatan Mental di Kampus: Antara Tekanan Akademik dan Kesejahteraan Mahasiswa

Kehidupan di kampus sering kali dianggap sebagai masa penuh pembelajaran, eksplorasi, dan pengembangan diri. Namun, di balik semua itu, ada kenyataan yang jarang dibicarakan: tekanan akademik yang berlebihan dan dampaknya terhadap kesehatan mental mahasiswa. Tugas yang menumpuk, tuntutan nilai tinggi, ekspektasi keluarga, serta persaingan di lingkungan kampus menciptakan tekanan yang dapat berujung pada stres kronis, kecemasan, depresi, hingga burnout. Survei nasional American College Health Association (ACHA) pada Musim Semi 2023 terhadap lebih dari 55.000 mahasiswa sarjana mengungkapkan bahwa sekitar 76% mengalami tekanan psikologis sedang hingga serius hingga menyebabkan mahasiswa kesulitan menjalani kehidupan sehari-hari. Di Indonesia, tekanan akademik menjadi salah satu faktor utama gangguan kesehatan mental mahasiswa. Sayangnya, stigma terhadap isu ini masih kuat, membuat banyak mahasiswa enggan mencari bantuan profesional. Jika kondisi ini terus dibiarkan, bukan hanya individu y...

Tantangan Geopolitik dan Dampaknya terhadap Perekonomian Indonesia di Tahun Pemilu

Tahun 2024 menjadi titik balik yang penting bagi Indonesia, tidak hanya karena pelaksanaan Pemilu yang akan menentukan arah kebijakan dalam negeri, tetapi juga karena gejolak geopolitik yang sedang terjadi di tingkat global. Dampak dari ketegangan internasional, seperti perang di Ukraina, persaingan perdagangan global, dan krisis energi, semakin nyata dirasakan di berbagai sektor perekonomian Indonesia. Ketegangan geopolitik, khususnya yang terkait dengan perang Rusia-Ukraina, telah mengganggu pasokan energi dan bahan pangan global. Harga energi, terutama minyak dan gas, meroket akibat sanksi yang dijatuhkan terhadap Rusia dan gangguan lainnya di kawasan Eropa. Indonesia, yang merupakan negara pengimpor energi, merasakan langsung dampaknya berupa kenaikan harga BBM dan inflasi yang meningkat. Sektor-sektor yang bergantung pada energi seperti transportasi dan industri manufaktur pun mengalami lonjakan biaya produksi, yang pada gilirannya memengaruhi daya beli masyarakat dan memperburuk ...