Langsung ke konten utama

Postingan

Navigasi Ekonomi Hijau Dalam Pembangunan Berkelanjutan Di Indonesia

Indonesia berkomitmen untuk mencapai nol emisi karbon (net zero emission) selambat-lambatnya di tahun 2060. Dalam mewujudkan komitmen tersebut diperlukan biaya sebesar Rp 28.223 triliun. Kebutuhan dana sebesar itu memerlukan dukungan yang sesuai dengan perlindungan lingkungan dan kesejahteraan sosial, selaras dengan penerapan konsep ekonomi hijau. Ekonomi hijau atau green economy merupakan konsep ekonomi yang memiliki tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan dan kesetaraan sosial masyarakat, serta meminimalisasi dampak kerusakan lingkungan. Selain itu, ekonomi hijau juga dapat didefinisikan sebagai suatu sistem ekonomi yang bertujuan untuk mengurangi emisi karbon dan dampak negatif lain terhadap lingkungan. Konsep ekonomi hijau mengacu pada pertumbuhan ekonomi yang mempertimbangkan penggunaan modal alam yang lebih baik, mengurangi polusi, dan meningkatkan kesejahteraan sosial. Untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan dan membangun ekonomi hijau, pertumbuhan hijau sangat pentin...

Efek Ngeri Dolar Rp 16.400: Rakyat Menderita

Pada baru-baru ini, ambruknya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) hingga sempat tembus di level Rp 16.400/US$ dengan potensi memberikan implikasi buruk terhadap keuangan masyarakat hingga pemerintah. Head of Macroeconomic & Financial Research PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS), menjelaskan bahwa terkaparnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS itu akan mengakibatkan pada beban utang dalam dolar yang akan semakin membengkak”.  Penyebab naiknya dolar yaitu, penguatan indeks dolar terjadi ditengah kenaikan inflasi AS pada bulan Juli 2023, yang tercatat mengalami kenaikan menjadi 3,2%year on year, meningkat dari periode sebelumnya yaitu 3%. Angka ini adalah yang tertinggi selama lebih dari 22 tahun dan ditargetkan bisa melawan inflasi ke angka 2%. Dengan suku bunga yang tinggi, investor memilih untuk membeli aset aman dengan daya tarik tinggi, seperti dolar AS dan surat utang (obligasi) AS. Dengan ketidakpastian global, tingkat inflasi dan suku bunga tinggi di...

Kapitalisasi Pendidikan Terhadap Aksesibilitas dan Kualitas Pendidikan di Indonesia

Kapitalisasi pendidikan di Indonesia telah menjadi isu yang sangat relevan dan kompleks, terutama dalam konteks kenaikan biaya pendidikan yang signifikan. Kapitalisasi pendidikan dapat didefinisikan sebagai proses di mana pendidikan dipengaruhi oleh unsur-unsur ekonomi dan budaya kapitalis, mengarah pada perbedaan kualitas pendidikan yang didapatkan oleh masyarakat berbeda status sosial dan ekonomi. Kenaikan biaya pendidikan, seperti yang dikenal sebagai Uang Kuliah Tunggal (UKT), dapat memiliki dampak yang signifikan pada aksesibilitas pendidikan, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Dalam beberapa kasus, kenaikan biaya pendidikan dapat memperburuk situasi kesulitan finansial bagi mahasiswa berpenghasilan rendah, menghambat akses mereka ke pendidikan tinggi, dan bahkan menghentikan studi mereka karena tidak mampu membayar biaya yang semakin tinggi.           Kapitalisasi pendidikan juga dapat berdampak pada kualitas pendidikan yang diterima. Dalam b...

Dilema Kolong Timahku Dibumi Serumpun Sebalai

Kolong atau lobang camuy adalah Istilah dalam bahasa Melayu Bangka Belitung yang artinya danau atau kolam besar yang berasal dari sisa penambangan timah. Metode yang dilakukan dengan menggali hingga ke dalam tanah. Berdasarkan dari hasil penelitian yang dilakukan oleh PT.Tambang Timah tercatat pada tahun 2003 sebanyak 887 kolong bekas penambangan timah dengan luas 1.712,65 hektar di seluruh wilayah Bangka-Belitung. Konon ceritanya, kata kulong ini tercipta dari masyarakat Melayu dengan teknik penambangan yang dilakukan untuk mendapatkan timah dari dalam tanah. Penggalian tanahnya pun dilakukan dengan menggunakan alat sekop, mesin robin, pipa, karpet dan pacul . Teknik penggalian semacam ini sampai sekarang masih dilakukan oleh masyarakat Bangka Belitung. Namun, dampak penambangan timah dengan teknik kulong yang sporadis kini dinilai merusak dan tidak ramah lingkungan. Penambangan Timah di Bumi Serumpun Sebalai ini merupakan salah satu sektor perekonomian terbesar yang ada di Kepulaua...

Rupiah melemah tipis ke 15.580 per dolar AS pada Kamis, 14 Maret 2024.

Nilai tukar rupiah ditutup di level Rp15.580 per dolar AS pada Kamis (14/3). Mata uang Garuda melemah 5 poin atau minus 0,03 persen dari penutupan perdagangan sebelumnya. Sementara, kurs referensi Bank Indonesia (BI) Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) menempatkan rupiah ke posisi Rp15.582 per dolar AS pada perdagangan sore ini. Mata uang di kawasan Asia juga dominan lesu. Yen Jepang turun 0,02 persen, peso Filipina layu 0,04 persen, yuan China merosot 0,06 persen, dan won Korea Selatan ambruk 0,27 persenSedangkan penguatan dialami dolar Singapura yang naik 0,01 persen, dolar Hong Kong tumbuh 0,02 persen, dan rupee India plus 0,04 persen. Di lain sisi, ringgit Malaysia dan baht Thailand macet Namun, mata uang negara maju mayoritas menguat. Poundsterling Inggris plus 0,12 persen, euro Eropa jatuh 0,04 persen, franc Swiss ambruk 0,10 persen, dolar Kanada menguat 0,01 persen, dan dolar Australia tumbuh 0,02 persen. Fokus pasar beralih ke pembacaan inflasi AS dan penjualan ritel me...