Langsung ke konten utama

Postingan

Alami Inflasi Pasca Kenaikan BBM, Harga-Harga Selangit!

Diprediksi inflasi bisa meningkat 6,5% hingga 7% sampai akhir tahun. Apalagi Bank Sentral kembali diproyeksi akan menaikkan suku bunga paling tidak sampai level 4% hingga akhir tahun "Untuk kenaikan IHSG saat ini lebih ditopang kenaikan saham-saham sektor energi (coal dan oil). Sentimen penguatan saham coal ditopang oleh permintaan dari China yang meningkat dikarenakan beberapa wilayah mengalami panas yang cukup tinggi, hal ini akan membutuhkan energi listrik lebih. Oleh karena itu, Bahana memproyeksikan pergerakan IHSG selama minggu ini masih akan bergerak flat di range 7.000-7.260. Sementara itu, Direktur Riset & Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus mengatakan sejauh ini memang kalau diperhatikan, bagus atau tidaknya pasar, akan bergantung terhadap persepsi dan perspektif pelaku pasar dan investor. Menurutnya, akan ada sebagian yang menerima tentu akan ada sebagian yang tidak menerima."Semua akan kembali ke bagaimana mereka merespons kenaika...

Peristiwa Kenaikan Harga Bahan Bakar Minyak Sangat Berdampak Terhadap Perekonomian Indonesia

Kenaikan harga BBM selalu mendapat penolakan dari masyarakat. Apalagi, narasi di media sosial kerap dibumbui provokasi berlebihan sehingga sentimen negatif makin terlihat. Opsi pengalihan subsidi BBM oleh pemerintah dianggap belum memihak pada kepentingan rakyat. Setelah sempat terkecoh, harga bahan bakar minyak (BBM) mulai dari pertalite, solar, dan pertamax mengalami kenaikan pada Sabtu, 3 September 2022. Hal tersebut diumumkan langsung oleh Presiden Joko Widodo.  Informasi untuk harga BBM, harga BBM jenis Pertalite yang semula sebesar Rp 7.650 per liter naik  menjadi Rp 10.000 per liter. Sementara harga BBM jenis solar yang saat ini sebesar Rp 5.150 per liter, naik menjadi Rp 6.800 per liter. Jokowi mengatakan, pemerintah telah berupaya sekuat tenaga untuk mendukung rakyat dari gejolak harga minyak dunia. Sebenarnya harga BBM di dalam negeri tetap terjangkau dengan memberikan subsidi dari APBN. Namun, keinginan tersebut tak dapat dilanjutkan. Sebab, anggaran subsidi dan kom...

Harga Barang Melejit. Inflasi Indonesia 4, 35%, Amerika 9, 1%

Sejak awal tahun 2022, seluruh dunia termasuk Indonesia merasakan gejolak tinggi. Mulai dari kenaikan harga BBM, tarif dasar listrik, hingga bahan pokok. Berikut adalah beberapa kenaikan harga yang signifikan kita rasakan. Berdasarkan data dari BPS, kita bisa melihat tingkat inflasi yang mencerminkan agregat kenaikan harga di Indonesia yang signifikan.  Berikut adalah penyebab kenaikan harga beberapa bahan pokok: Meski setiap barang punya alasannya sendiri, namun tingkat inflasi di Indonesia sudah menembus batas wajar yang ditargetkan bank sentral. Bank sentral menaikkan suku bunganya. Kenikan suku bunga Amerika ini akan membuat nilai tukar Rupiah akan melemah terhadap US Dollar. Berikut adalah rantai sebab-akibat ekonomi yang terjadi saat ini: 🔻Covid membuat ekonomi melambat 🔻Uang beredar ditingkatkan untuk memacu ekonomi 🔻Ekonomi kembali pulih, tapi uang beredar terlalu banyak 🔻Terjadi inflasi karena uang beredar terlalu banyak 🔻Bank Sent...

Bocoran dari IMF & PBB Soal fiondisi Suram Efionomi Dunia

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut jika saat ini kondisi efionomi global menghadapi situasi yang sulit. Terkait hal ini, Jokowi bahkan memaparkan data tentang suramnya ekonomi dunia. Adapun data tersebut bersumber dari IMF dan Bank Dunia, yang memprediksi akan ada 66 negara yang terancam ambruk ekonominya. "Kita bicara dunia dulu semua negara sekarang ini berada dalam keadaan yang tidak mudah. Tadi sekjen PBB menyampaikan IMF, Bank Dunia menyampaikan bahwa akan ada 66 negara yang akan ambruk ekonominya," ujar Jokowi dalam acara Silatnas dan Ultah ke-19 Persatuan Purnawirawan TNI Angkatan Darat, dikutip Sabtu, (6/8/2022). "Sekarang sudah mulai satu per satu angkanya adalah 9 lebih dulu, kemudian 25, kemudian 42.Mereka detil mengkalkulasi," tambahnya.Pada kesempatan itu, Jokowi turut menyinggung soal ancaman kelaparan yang melanda dunia.Menurutnya ada 320 juta orang di seluruh dunia yang berada dalam kondisi kelaparan akut. "Apa yang dikhawatirkan betul- b...

Ekonomi Indonesia Paling Resilien di Tengah Risiko Global !

Pertumbuhan ekonomi Indonesia diproyeksikan menjadi salah satu yang paling resilien di tengah berbagai risiko global yang mengalami peningkatan. Dalam laporan Global Economic Prospect (GEP) Juni 2022, Bank Dunia memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia akan berada di tingkat 5,1 persen untuk tahun 2022 atau hanya turun 0,1 poin persentase (pp) dari proyeksi sebelumnya. Proyeksi tersebut masih berada dalam kisaran outlook Pemerintah yakni 4,8 persen hingga 5,5 persen. Dalam laporan tersebut, Bank Dunia mengemukakan bahwa perekonomian Indonesia akan mendapat dorongan dari kenaikan harga komoditas. Perekonomian Indonesia terus menunjukkan resiliensi di tengah gejolak global yang terjadi. Selain menjadi salah satu dari sedikit negara yang dapat mengembalikan output ke level prapandemi sejak tahun 2021, kinerja ekonomi domestik di tahun ini juga terus menguat antara lain didukung situasi pandemi yang terus terkendali. Selain itu, Pemerintah berupaya menjaga pertumbuhan ekonomi dengan mem...